HEWAN
Hewan ini termasuk hewan melata berkaki empat dan
memiliki buntut. Hewan ini dapat merayap di dinding tanpa terpeleset. Hal ini
karena hewan tersebut memiliki ciri khusus berupa telapak kaki dengan sistem
perekat. Sistem perekat ini dibangun oleh telapak kaki yang beralur pararel.
Dengan alur yang dimiliki, memungkinkan hewan ini dapat menempelkan kakinya di
dinding dan berjalan tanpa terpeleset.
Ciri lain dari hewan ini adalah kemampuan memutuskan ekornya. Hal ini
dilakukan hewan tersebut untuk melindungi
diri dari musuhnya. Hewan ini akan memutuskan ekor, kemudian ekor tersebut akan
bergerak-gerak untuk mengalihkan perhatian musuh. Sementara itu, hewan ini dengan
ekor yang putus akan leluasa untuk meloloskan diri. Untuk memperoleh makanan,
hewan ini mempunyai ciri khusus berupa lidah yang panjang dan lengket. Bentuk
lidah ini digunakan untuk menangkap mangsa berupa serangga yang terbang.
Hewan ini memiliki berbagai ciri khusus yang disesuaikan dengan tempat
tinggalnya. Hewan ini hidup di darat, namun untuk mencari makan, hewan tersebut
biasanya berada di air.
Adapun ciri khusus yang dimiliki hewan ini untuk mencari makan berupa paruh yang agak panjang dan lebar pada bagian ujungnya.
Adapun ciri khusus yang dimiliki hewan ini untuk mencari makan berupa paruh yang agak panjang dan lebar pada bagian ujungnya.
Hewan ini mencari makan di air, baik kolam atau danau yang dangkal. Agar
tubuhnya tidak basah jika terkena air, bulu hewan ini dilapisi oleh minyak. Dengan
demikian, pada saat hewan ini sampai di darat ia hanya tinggal
mengibas-ngibaskan badannya dan air yang menempel di tubuhnya keluar. Jika bulu
tubuhnya tidak dilapisi oleh minyak, air yang menempel akan terus menyerap ke
dalam bulu tubuh hewan ini.
Selain lapisan minyak pada tubuh hewan ini mempunyai ciri khusus berupa kaki yang berselaput di antara jari kakinya. Jika kita perhatikan, hewan ini dapat berenang di air
Selain lapisan minyak pada tubuh hewan ini mempunyai ciri khusus berupa kaki yang berselaput di antara jari kakinya. Jika kita perhatikan, hewan ini dapat berenang di air
karena kakinya memiliki semacam selaput renang.
Hewan ini merupakan salah satu
"makhluk hidup istimewa". Hal ini disebabkan struktur tubuhnya yang
tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling panas sekalipun. Tubuh hewan ini memiliki beberapa keistimewaan yang
memungkinkan bagi hewan tersebut bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan
makanan. Selain itu, hewan ini mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama
berhari-hari. Bulu mata hewan ini memiliki sistem pengaitan. Dalam keadaan
bahaya, bulu ini secara otomatis menutup. Selalin untuk mengangkut beban hewan
ini dapat juga dijadikan makanan oleh manusia.
Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya debu ke mata. Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir. Hewan ini memiliki punuk, yaitu gundukan lemak yang terdapat di punggung.
Punuk hewan ini menyediakan sari makanan ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan demikian, hewan ini dapat hidup hingga tiga minggu tanpa air.
Kaki hewan ini memiliki ukuran besar. Bentuk kaki seperti ini secara khusus "diciptakan" untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa terperosok. Kaki hewan ini memiliki telapak yang luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang sangat panas. Hewan ini diciptakan dengan ciri-ciri khusus fisik yang luar biasa untuk membantu umat manusia.
Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya debu ke mata. Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir. Hewan ini memiliki punuk, yaitu gundukan lemak yang terdapat di punggung.
Punuk hewan ini menyediakan sari makanan ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan demikian, hewan ini dapat hidup hingga tiga minggu tanpa air.
Kaki hewan ini memiliki ukuran besar. Bentuk kaki seperti ini secara khusus "diciptakan" untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa terperosok. Kaki hewan ini memiliki telapak yang luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang sangat panas. Hewan ini diciptakan dengan ciri-ciri khusus fisik yang luar biasa untuk membantu umat manusia.
Hewan ini memiliki tubuh yang besar dan
berat, serta kulit kelabu gelap. Mereka juga memiliki gading besar yang
biasa mereka gunakan untuk mempertahankan diri dari predator . Hewan
ini memiriki ciri khas tubuh yang besar, mulut daan gigi yang sangat besar,
empat kaki yang pendek dan gemuk, serta badan yang hampir tidak berambut.
Hewan ini apabila dewasa memiliki berat 1,5 sampai 3 ton. Meskipun bertubuh
besar dan berkaki pendek, hewan inimampu berlari dengan cepat. Untuk jarak
pendek, mereka mampu berlari secepat 30 km / jam, lebih cepat dari kecepatan
lari manusia pada umumnya. Hewan ini memiliki karakter agresif dan
dianggap salah satu hewan paling berbahaya di Afrika.
berada air atau di lumpur untuk tetap dingin, jadi hewan ini habitatnya dekat dengan air tawar, sungai, dan pesut.
Hewan ini adalah herbivora dan hewan-hewan berkuku genap. Hewan ini tidur, berproduksi, dan melahirkan di air. Hewan ini pada sore atau malam hari akan keluar dari air untuk memakan rumput. Hewan ini termasuk hewan langka karena banyak diburu untuk dijual daging dan gigi taringnya
berada air atau di lumpur untuk tetap dingin, jadi hewan ini habitatnya dekat dengan air tawar, sungai, dan pesut.
Hewan ini adalah herbivora dan hewan-hewan berkuku genap. Hewan ini tidur, berproduksi, dan melahirkan di air. Hewan ini pada sore atau malam hari akan keluar dari air untuk memakan rumput. Hewan ini termasuk hewan langka karena banyak diburu untuk dijual daging dan gigi taringnya
Hewan ini
berkaki empat dan panjang tubuh hewan ini (termasuk kepalanya) dapat lebih dari
3,1–3,2 m dan mencapai tinggi 1,4–1,7 m. Apabila hewan ini dewasa memiliki
berat antara 900 dan 2.300 kilogram. tetapi untuk betina ukuran tubuhnya dapat
lebih besar.
Hewan ini memiliki satu cula (spesies lain memiliki dua cula). Culanya adalah cula terkecil dari semua jenis hewan ini, biasanya lebih sedikit dari 20 cm dengan yang terpanjang sepanjang 27 cm. Hewan ini jarang menggunakan culanya untuk bertarung, tetapi menggunakannya untuk memindahkan lumpur di kubangan, untuk menarik tanaman agar dapat dimakan, dan membuka jalan melalui vegetasi tebal. Hewan ini memiliki bibir panjang, atas dan tinggi yang membantunya mengambil makanan. Gigi serinya panjang dan tajam, ketika hewan tersebut bertempur, mereka menggunakan gigi ini. Di belakang gigi seri, enam gigi geraham panjang digunakan untuk mengunyah tanaman kasar. Seperti semua jenis hewan tersebut, hewan jenis ini memiliki penciuman dan pendengaran yang baik tetapi memiliki pandangan mata yang buruk. Mereka diperkirakan hidup selama 30 sampai 45 tahun.
Kulitnya yang sedikit berbulu, berwarna abu-abu atau abu-abu-coklat membungkus pundak, punggung dan pantat. Kulitnya memiliki pola mosaik alami yang menyebabkan hewan ini memiliki perisai. Pembungkus leher jenis hewan ini lebih kecil dari pada jenis spesies lainnya, tetapi tetap membentuk bentuk pelana pada pundak. Untuk prakiraan spesiesnya di alam bebas kurang lebih 100 ekor, dikarenakan hewan ini banyak diburu untuk dijual cula nya jadi hewan mamalia ini dilindungi. Hewan ini dapat dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon. Hewan ini hidup di hutan hujan dataran rendah, rumput tinggi dan tempat tidur alang-alang yang banyak dengan sungai, dataran banjir besar atau daerah basah dengan banyak kubangan lumpur. Walaupun dalam sejarah badak jawa menyukai daerah rendah. Hewan ini termasuk hewan herbivora.
Hewan ini memiliki satu cula (spesies lain memiliki dua cula). Culanya adalah cula terkecil dari semua jenis hewan ini, biasanya lebih sedikit dari 20 cm dengan yang terpanjang sepanjang 27 cm. Hewan ini jarang menggunakan culanya untuk bertarung, tetapi menggunakannya untuk memindahkan lumpur di kubangan, untuk menarik tanaman agar dapat dimakan, dan membuka jalan melalui vegetasi tebal. Hewan ini memiliki bibir panjang, atas dan tinggi yang membantunya mengambil makanan. Gigi serinya panjang dan tajam, ketika hewan tersebut bertempur, mereka menggunakan gigi ini. Di belakang gigi seri, enam gigi geraham panjang digunakan untuk mengunyah tanaman kasar. Seperti semua jenis hewan tersebut, hewan jenis ini memiliki penciuman dan pendengaran yang baik tetapi memiliki pandangan mata yang buruk. Mereka diperkirakan hidup selama 30 sampai 45 tahun.
Kulitnya yang sedikit berbulu, berwarna abu-abu atau abu-abu-coklat membungkus pundak, punggung dan pantat. Kulitnya memiliki pola mosaik alami yang menyebabkan hewan ini memiliki perisai. Pembungkus leher jenis hewan ini lebih kecil dari pada jenis spesies lainnya, tetapi tetap membentuk bentuk pelana pada pundak. Untuk prakiraan spesiesnya di alam bebas kurang lebih 100 ekor, dikarenakan hewan ini banyak diburu untuk dijual cula nya jadi hewan mamalia ini dilindungi. Hewan ini dapat dijumpai di Taman Nasional Ujung Kulon. Hewan ini hidup di hutan hujan dataran rendah, rumput tinggi dan tempat tidur alang-alang yang banyak dengan sungai, dataran banjir besar atau daerah basah dengan banyak kubangan lumpur. Walaupun dalam sejarah badak jawa menyukai daerah rendah. Hewan ini termasuk hewan herbivora.
TUMBUHAN
BENTUK tanamannya seperti sirih, merambat, memanjat,
membelit, dan melata. Daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong, pangkal
daun berbentuk jantung atau membulat, ujung daun runcing dengan bintik-bintik kelenjar.
buahnya majemuk bulir, bentuknya bulat panjang atau silindris, dan ujungnya
mengecil. Buah yang belum tua berwarna kelabu, kemudian menjadi hijau,
selanjutnya kuning, merah, serta lunak. Buah tumbuhan ini rasanya pedas dan
tajam aromatis. Dan buah tumbuhan ini menjadi bahan utama saos, maupun sambal.
TUMBUHAN ini adalah tanaman yang ditanam
untuk bahan baku gula dan vetsin. Tanaman ini hanya dapat tumbuh
di daerah beriklim tropis. Tanaman ini termasuk jenis rumput-rumputan. Umur
tanaman sejak ditanam sampai bisa dipanen mencapai kurang lebih 1 tahun. Di
Indonesia tumbuhan ini banyak dibudidayakan di pulau jawa dan sumatra.
Daun tumbuhan ini yang kering (dalam bahasa jawa dadhok) adalah biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Ibu-ibu di pedesaan sering memakai dadhok itu sebagai bahan bakar untuk memasak; selain menghemat minyak tanah yang makin mahal, bahan bakar ini juga cepat panas.Dalam konversi energi pabrik gula, daun tumbuhan ini dan juga ampas batang tumbuhan tersebut digunakan untuk bahan bakar boiler, yang uapnya digunakan untuk proses produksi dan pembangkit listrik.
Di beberapa daerah air perasan tebu sering dijadikan minuman segar pelepas lelah, air perasan tebu cukup baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menambah glukosa. salah satu tempat yang menjual es tebu yatu di seputaran jember.
Daun tumbuhan ini yang kering (dalam bahasa jawa dadhok) adalah biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Ibu-ibu di pedesaan sering memakai dadhok itu sebagai bahan bakar untuk memasak; selain menghemat minyak tanah yang makin mahal, bahan bakar ini juga cepat panas.Dalam konversi energi pabrik gula, daun tumbuhan ini dan juga ampas batang tumbuhan tersebut digunakan untuk bahan bakar boiler, yang uapnya digunakan untuk proses produksi dan pembangkit listrik.
Di beberapa daerah air perasan tebu sering dijadikan minuman segar pelepas lelah, air perasan tebu cukup baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menambah glukosa. salah satu tempat yang menjual es tebu yatu di seputaran jember.
TANAMAN perdu pendek anggota suku
polong-polongan. Daun-daunnya yang dapat secara cepat menutup /
"layu" dengan sendirinya saat disentuh, ditiup, atau dipanaskan yang
bersifat sementara karena setelah beberapa menit keadaannya akan pulih seperti
semula. ini disebabkan oleh terjadinya
perubahan tekanan turgor pada tulang daun. Rangsang
tersebut juga bisa dirasakan daun lain yang tidak ikut tersentuh.Gerak ini
disebut seismonasti, yang walaupun dipengaruhi rangsang sentuhan (tigmonasti),
sebagai contoh, gerakan tigmonasti daun putri malu tidak peduli darimana arah
datangnya sentuhan.
Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
Tanaman ini menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman ini berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.
Tanaman ini juga menguncup saat matahari terbenam dan merekah kembali setelah matahari terbit.
Tanaman ini menutup daunnya untuk melindungi diri dari hewan pemakan tumbuhan (herbivora) yang ingin memakannya. Warna daun bagian bawah tanaman ini berwarna lebih pucat, dengan menunjukkan warna yang pucat, hewan yang tadinya ingin memakan tumbuhan ini akan berpikir bahwa tumbuhan tersebut telah layu dan menjadi tidak berminat lagi untuk memakannya.
TUMBUHAN ini biasa dimanfaatkan buatnya oleh manusia
rasa manis asam, tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun
yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang
yang tebal.
Buahnya bukanlah buah sejati, melainkan gabungan
buah-buah sejati (bekasnya terlihat dari setiap 'sisik' pada kulit buahnya)
yang dalam perkembangannya tergabung - bersama-sama dengan tongkol (spadix)
bunga majemuk - menjadi satu 'buah' besar.
Buah tumbuhan
yang dibudidayakan orang sudah kehilangan kemampuan memperbanyak secara
seksual, namun ia mengembangkan tanaman muda (bagian 'mahkota' buah) yang
merupakan sarana perbanyakan secara vegetatif.
penggunaan nenas: Buah tumbuhan ini selain dikonsumsi
segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman, seperti selai,
buah dalam sirop dan lain-lain. Buah tumbuhan ini mengandung enzim bromelain, (enzim protease
yang dapat menghidrolisa protein, protease atau peptide), sehingga dapat
digunakan untuk melunakkan daging. enzim sering pula dimanfaatkan sebagai Alat
kontrasepsi Keluarga Berencana.
Buahnya
bermanfaat untuk Kesehatan tubuh, sebagai Obat penyembuh penyakit
Karena kandungan, gangguan kandung kencing, mual-mual,
flu, WASIR Dan kurang Darah. Penyakit kulit (Gatal-Gatal, Eksim Dan kudis)
dapat diobati Artikel Baru diolesi sari buah tersebut.
TANAMAN yang
biasanya di ladang, pekarangan, atau ditemukan pada ketinggian 1-1.600 m dpl.
Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar Matahari terik, serta menghendaki tanah
yang gembur dan subur. Terna setahun inisial Tumbuh tegak atau bersandar pada
Tanaman Lain, Tinggi, 0,5 - 2, 5 m, bercabang banyak, berambut, Dan
berbau kuat. Batang Bulat, menebal pada
Buku-bukunya, berambut Kasar warnanya Hijau keputihan. Daun majemuk menyirip,
letak berseling, bentuknya Bulat Telur sampai memanjang, Ujung Runcing
(acutus), Pangkal membulat, helaian daun Yang Besar tepinya berlekuk, helaian
Yang lebih Kecil tepinya bergerigi, Panjang 10 - 40 cm, warnanya Hijau Muda.
Bunga majemuk, berkumpul Illustrasi Rangkaian berupa tandan, bertangkai,
mahkota berbentuk Bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging,
kulitnya tipis Licin mengkilap, beragam bentuk maupun ukurannya Illustrasi,
warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan.
Buah tumbuhan ini Bisa dimakan Langsung,
dibuat jus, saus, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar. Pucuk daun
atau Muda Bisa disayur. Buah Tumbuhan ini biasa dijual di Pasaran bentuknya
Bulat. Yang berukuran Besar, berdaging Tebal, berbiji: sedikit, berwarna
merah..
Tanaman ini di BUDIDAYA, sebagai Campuran sambal, hidup pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 M di permukaan laut.
Tanaman ini di BUDIDAYA, sebagai Campuran sambal, hidup pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 M di permukaan laut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar