Pengertian Ilmu Alamiah Dasar
Ilmu Alamiah Dasar jika dipenggal
berasal dari tiga suku kata. Ilmu artinya bagiandari ilmu pengetahuan manusia.
Alamiah artinya terjadi dengan sendirinya dan dasar artinyapermulaan suatu
bentuk. Istilah ini berasal dari Eropa Daratan (Belanda,Jerman,Inggris,danAmerika).
Yang mana istilah ini masuk ke indonesia pada zaman yang berbeda-beda.
Ilmualamiah dapat dilihat dalam arti luas dan dalam arti sempit. Dalam arti
luas ilmu mencakupsemua pengetahuan.Ilmu
alamiah dasar adalah merupakan kumpulan pengetahuan tentang
konsep-konsepdasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi dalam
manusia. Ilmu alamiah ataubiasa disebut dengan ilmu pengetahuan (natural
science) merupakan pengetahuan yangmengkaji tentang gejala-gejala dalam alam
semesta termasuk dimuka bumi ini, sehinggaterbentuk konsep dan prinsip.
Ilmu Alamiah dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prisip-prinsip dasar
yang esensial saja
.
Ilmu Alamiah Dasar
merupakan kumpulan pengetahuan tentang konsep-konsep dasar dalam bidang ilmu
pengetahuan alam dan teknologi. Dan, manusia sebagai subjek pokoknya yang dalam
hal ini merupakan makhluk hidup yang paling tinggi kedudukannya. Salah satu
indikatornya ialah sifat unik manusia. Dibandingkan dengan makhluk lain,
jasmani manusia adalah lemah, tetapi rohani atau akal budi dan kemauannya
sangat kuat. Umumnya dikatakan bahwa manusia dan binatang berbeda karena akal
budi yang dimilikinya. Akal bersumber pada otak. Dan, budi bersuber pada jiwa.
Oleh karena itu, sejalan dengan perkembangannya menusia memanfaatkan akal budi
yang dimilikinya dan juga ditunjang dengan rasa ingin tahu, maka berkembanglah
pula ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh manusia. Perkembangan pengetahuan pun
lebih berkembang lagi manakala ditunjang dengan adanya tukar menukar informasi
antar manusia.
Pada zaman dahulu akibat
dari terbatasnya peralatan untuk memperoleh pengetahuan, maka untuk menjawab
keingintahuan tentang alam, manusia pada saat itu menciptakan mitos. Sehingga
mitos pun digolongkan menjadi tiga, yaitu mitos sebenarnya, cerita
rakyat, danlagenda. Sehingga terdapat beberapa cara untuk
mendapatkan kesimpulan, diantaranya prasangka (perasaaan), intuisi (batiniah),
dan coba-ralat/trial error (untung-untungan).
Untuk itu diperlukanlah
syarat-syarat tertentu agar suatu ilmu itu dapat sesuai dengan keadaannya bukan
dengan prasangka, intuisi, maupun coba-ralat/trial error. Adapun syaratnya,
yaitu obyektif, metodik, sistematik, dan universal.
Dan, untuk dapat
memenuhi syarat ilmu pengetahuan seperti yang tersebut di atas, maka
diperlukanlah metode ilmiah. Metode ilmiah adalah cara atau
prosedur dalam memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Dalam hal ini, metode
ilmiah menggabungkan cara berpikir induktif dan cara berpikir deduktif dalam
membangun tubuh pengetahuannya.
Cara berpikit deduktif
adalah cara berpikir di mana ditarik kesimpulan yang bersifat khusus dari
pernyataan yang bersifat umum. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya
mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus
tersusun dari dua buah pernyataan (premis mayor/minor) dan sebuah kesimpulan.
Cara berpikir induktif terkait dengan pengetahuan rasionalisme.
Rasionalisme adalah paham yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran.
Cara berpikir induktif adalah kebalikan dari cara berpikir deduktif. Sehingga,
dalam prakteknya diperlukan empirisme, yaitu paham yang berpendapat
bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber
kebenaran.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah http://she2008.wordpress.com/2011/05/31/metode-ilmiah/ http://utarikusuma.wordpress.com/2011/10/04/ilmu-alamiah-dasar-2/ http://adzaniahdinda.wordpress.com/2011/10/11/pengertian-ilmu-alamiah-dasar/ http://id.shvoong.com/exact-sciences/earth-sciences/1976233-proses-terjadinya-
petirakibat-dan/ http://id.wikipedia.org/wiki/Zeus http://www.gusarman.co.cc/2011/05/kelebihan-dan-keterbatasan-metode.html
http://ediwahyudiug.blogspot.com/2011/10/ilmu-alamiah-dasar.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar