Sabtu, 07 Juni 2014

DASAR-DASAR PENGORGANISASIAN

1. Definisi Pengorganisasian
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan struktur organisasi. Dengan organisasi dapat bekerja dengan terstruktur dalam manajerial atau suatu cara dalam mana kegiatan organisasi dialokasikan dan ditugaskan diantara para anggotanya agar tujuan organisasi dapat tercapai dengan efisien.
Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikanorganisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua  orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.
Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakanorganisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakanorganisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
James D Mooney berpendapat bahwa Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.
2 aspek utama proses penyusunan struktur organisasi :
  1. Departementalisasi
  2. Pembagian kerja
Proses Pengorganisasian
Aspek-aspek penting organisasi dan proses pengorganisasian
  1. Spesialisasi / pembagian kerja
  2. Departementalisasi
  3. Rantai komando/rantai perintah dan kesatuan perintah
  4. Rentang kendali
  5. Sentralisasi
  6. Desentralisasi
  7. Formalisasi
Dalam proses pengorganisasian kita harus menjalankan 5 langkah sebgai berikut
1. membuat rencana dan tujuan agar jelas kelangsungan perusahaan tersebut.
2. menyusun tugas-tugas yang penting
3. membagikan tugas-tugas menjadi subtugas
4. menetapkan sumber daya sesuai dengan kemampuan atau keahlian yang dibtuhkan perusahaan
5. mengevaluasi dari strategi yang sudah diterapkan sebelumnya untuk memperbaiki nya

2. Teori Pengorganisasian Klasik
Teori pengorganisasian klasik adalah wawasan dari penulis manajemen awal mengenai bagaimana sumber daya orgasasional bisa digunakan untuk pencapaian tujuan organisasi. Menurut Max Weber, komponen utama dari uasaha pengorganisasian termasuk juga prosedur-prosedur dan aturan-aturan yang mendetail, suatu hirarki organisasional diuraikan dengan jelas, dan hubungan antara anggota-anggota organisasi  kewirausahaan yang terutama nonperson(impersonal).
Teori pengorganisasia klasik adalah teori yang mengenai sumber daya yang dapat diorganisasikan untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling efektif sumberdaya-sumberdaya organisasi .Bagaimana organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya dimana setiap pengelompokan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok .


Struktur
struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi , maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda- beda dalam organisasi
Unsur-unsur struktur :
Ø  Spesialisasi kegiatan
Ø  Standardisasi kegiatan
Ø  Koordinasi kegiatan
Ø  Sentralisasi dan desentralisasi
Ø  Ukuran satuan kerja
Struktur formal dan informal
Struktur formal : hubungan diantara sumber daya-sumber daya organisasional seperti diuraikan oleh manajemen. Struktur formakl terutam disajiakn dengan bagan organisasi.
Struktur informal : pola hubungan yang berkembang karena keberadaan anggota organisasi informal. Struktur informal berevolusi secara alami dan cenderung didasi oleh norma, nilai, dan sosial dari individu.

3.Departemenrilasasi Dan Struktur Formal

Didalam struktur organisasi ada departementalisasi dimana sumber daya disatukan dalam kelompok untuk menjadi departemen. Departemen yang disatukan akan membentuk organisasi dengan departemenrilasasi manajer akan menentukan atau mengelompokan tugas dan pembagian kerja agar lebih efisien dan efektif semua departemen memiliki kekhususan atau keahlian masing-masing.
Departementalisasi adalah dasar yang digunakan untuk mengelompokkan sejumlah pekerjaan menjadi satu kelompok atau satu group
Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing)
Pilar Pertama : pembagian kerja (division of work)
Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)
Pilar Ketiga : penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)
Pilar Keempat : penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination)
4.Pembagian Tenaga Kerja
Dalam suatu proses produksi ada beberapa pembagian tugas untuk membuat suatu produk, tidak bisa satu orang mengerjakan semuanya karena dengan pembagian tugas yang sesusai dengan keahlain individu sehingga  proses produksi akan lebih cepat dan bagus hasil yang akan didapat, ada metode dalam pembagia tugas. Dengan pembagian tugas dan kordinasi antar lini yang akan selalu bahu membahu untuk mencapai target yang ditelah ditetapkan dengan begitu korndiansi menjadi hal yang penting dalam proses produksi.

5.Rentang Manajemen

Rentang manajemen adalah jumlah karyawan yang dapat dikelola oleh seorang manajer  secara efisien dan efektif. Dengan pengawan yang ditunjuk oleh manajer, individu akan mendapatkan pengawasan, arahan, dan tanggung jawab. Rentang manajemen dibagi atas rentang kekuasaan, rentang tanggung jawab, rentang supervisi dan rentang pengawasan. Apabila individu melebihi quota pengawasan akan kurang efektif dalam pengawasan nya karena terlalu banyak yang diawasi.

6.Hubungan Skalar

Posisi puncak yang memeggang keputusan atau kekuasaan, kekuasaan dengan kesatuan perintah identik dengan rantai komando.
Rantai Komando adalah garis wewenang yang tidak terputus yang membentang dari tingkatan atas organisasi hingga tingkatan paling bawah dan menjelaskan siapa melapor kepada siapa. dengan begitu atasan yang memberikan keputusan  tidak saling berseberangan dengan atasan lain nya atau satu perintah saja.
 Proses skalar dan fungsional
Proses skalar adalah mengenai perkembangan rantai perintah yang menghasilkan pertambahan tingkat-tingkat pada struktur organisasi. Proses skalar dicapai melalui pendelegasian wewenang dan tanggung jawab.
Proses fungsional adalah cara organisasi untuk berkembang horizontal. Dinamika proses fungsional adalah pembagian kerja.
Referensi :

http://teori-organisasi-umum-1.blogspot.com/2013/05/definisi-dari-organisasi-menurut-10.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar