A. PERSPEKTIF SEJARAH MUNCULNYA KEWIRAUSAHAAN
Kewirausahaan merupakan padanan kata
entrepreneurship, sedang wirausaha atau wiraswasta merupakan orang yang
memiliki sifat kewirausahaan (padanan kata entrepreneur). Berbagai studi
mengenai kewirausahaan dan bagaimana membentuknya telah banyak dilakukan
terutama dalam literatur-literatur asing, demikian pula berbagai seminar
mengenai topik ini banyak dilakukan, malah ada universitas yang mengembangkan
studi mengenai kewirausahaan.
Robert D. Hisrich dalam bukunya
Entrepreneurship1 pada bagian pengantar menyatakan bahwa wirausaha sangat
berperan dalam memulai dan mengoperasikan suatu bisnis baru, mereka terlibat
dalam mempertimbangkan resiko dan segala upaya untuk menciptakan sesuatu yang
baru atau dengan kata lain wirausaha berperan menciptakan suatu bisnis dan
mengembangkannya. Wirausaha bisa laki-laki, perempuan, berlatar belakang dari
golongan atas atau golongan bawah, seorang teknolog atau bukan teknolog, atau
mempunyai pendidikan tinggi mungkin pula seseorang yang drop out.
B. Karakteristik Wirausaha
Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki
kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankankegiatan usahanya atau
bisnisnya. Seorang wirausaha bebas merancang, menentukan, mengelola dan
mengendalikan semua usahanya. Seseorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha
selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu ke waktu,
seorang wirausaha selalu meningkatkan usahanya. Ia selalu berkreasi dan
berinovasi tanpa henti karena dengan berkreasi dan berinovasilah semua peluang
dapat diperolehnya.
Pada hakekatnya, semua orang memiliki jiwa seorang
wirausaha, yang artinya semua orang bisa menjadi wirausaha. Akan tetapi, tidak
semua orang bisa menjadi wirausaha yang dapat dikarenakan oleh beberapa faktor,
diantaranya faktor ekonomi, faktor lingkungan, dan sebagainya. Faktor ekonomi
yang dapat menyebabkan seseorang tidak bisa menjadi seorang wirausaha dapat
berupa ketidakadaannya dana untuk membangun sebuah usaha sehingga menghambat
orang tersebut tidak berwirausaha. Faktor lingkungan yang menyebabkan seseorang
tidak bisa menjadi seorang wirausaha adalah karena masyarakat yang tidak
mendukung berjalannya sebuah usaha yang dimiliki oleh orang tersebut. Faktor
lain yang dapat menyebabkan orang tidak bisa menjadi wirausaha adalah faktor
dari dalam diri orang tersebut, yang dapat berupa kurangnya minat atau
keberanian dari dalam diri seseorang untuk menjadi seorang wirausaha. Karena
untuk menjadi seorang wirausaha, kita harus siap untuk gagal. Dan hal tersebutlah
yang jarang dimiliki oleh masyarakat pada umumnya.
Keengganan masyarakat untuk mendirikan sebuah
usaha menjadikan mereka ketergantungan terhadap orang lain. Mereka lebih
menyukai bekerja pada orang lain dan dibayar oleh orang lain daripada bekerja
untuk diri sendiri dan mempekerjakan orang lain. Padahal, negara-negara
berkembang seperti negara Indonesia sangat membutuhkan orang-orang yang
mempunyai jiwa wirausaha untuk mengurangi masalah terbesar di Indonesia, yaitu
pengangguran.
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri atau
karakteristik seorang wirausaha yang jarang dimiliki oleh masyarakat Indonesia.
1.
Memiliki Rasa Percaya Diri, Berorientasi pada Tugas dan Hasil, Berani
Mengambil Resiko, Memiliki Jiwa Kepemimpinan,Keorisinilan, Berorientasi ke Masa
Depan, Jujur dan Tekun,Memiliki Motif
Berprestasi Tinggi, Memiliki Kreativitas Tinggi. Memiliki Perilaku Inovatif
Tinggi,Selalu Memiliki Komitmen dalam Pekerjaan, Etos Kerja dan Tanggung Jawab,
Mandiri atau Tidak Ketergantungan pada Orang Lain, Selalu Mencari Peluang, Memiliki
Kemampuan Manajerial
Penentuan potensi
kewirausahaan dibawah ini hal-hal yang bisa memberikan potensi bagi
kewirausahaan:
1. Karakteristik
wirausahawan yang sukses dengan n-Ach tinggi
2. Kemampuan
inovatif
3. Toleransi
terhadap kemenduaan (ambiguity)
4. Keinginan
untuk berprestasi
5. Kemampuan
perencanaan realistis
6. Kepemimpinan
terorientasi kepada tujuan
7. Obyektivitas
8. Tanggung
jawab pribadi
9. Kemampuan
beradaptasi
10. Kemampuan
sebagai pengorganisasi dan administrator
C. Metode Analisa Diri Sendiri
· Untuk kebutuhan usaha baru harus memperhitungkan kebutuhan, dorongan dan
aspirasi.
· Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut
McClelland yaitu kebutuhan untuk berprestasi (n Ach), kebutuhan berafiliasi (n
Afill) dan kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
· Analisa prestasi pribadi, analisa dengan melihat pengalaman yang tidak
terlupakan yaitu pengalaman yang sangat memuaskan dan pengalaman yang sangat
tidak memuaskan
D. Pengembangan n Ach
n Ach dapat diperkuat dan dikembangkan melalui program pelatihan. Tahap-tahapnya
antara lain :
· Menyadarkan orang-oran.g pada potensi mereka untuk mendapatkan karakteristik
kewirausahaan. Mereka dilatih untuk membuat rencana, harapan, kesulitan dan
mengevaluasi segala tindakan yang telah dilakukan
· Pengembangan sindrom prestasi. Individu diajar untuk berpikir, berbicara,
bertindak dan menyadari orang lain
· Dukungan kognitif. Tujuannya untuk membantu orang-orang menghubungkan cara
berfikir baru dengan asumsi mereka sebelumnya dan cara melihat dunia.
· Pemberian dukungan emosional peserta di dalam usaha mereka untuk merubah diri.
E. Manajemen Kewirausahaan
Para wirausaha mengganakan proses inovasi sebagai
alat pemberdayaan sumber-sumber untuk menciptakan suatu nilai barang dan jasa.
Proses inovasi dikendalikan oleh kreativitas. Kreativitas merupakan mata rantai
antara pengetahuan pengenalan cara baru untuk mengombinasikan sumber-sumber dan
proses pengembangan pengetahuan secara sistematis ke dalam suatu inovasi yang
digunakan di pasar. Inovasi bahkan dipandang sebagai penciptaan sumber-sumber
yang berbentuk penemuan kegunaan sesuatu dalam alam.Manajemen kewirausahaan menyangkut semua kekuatan perusahaan yang
menjamin bahwa usahanya betul-betul eksis. Bila usaha baru ingin berhasil, maka
wirausaha harus memiliki empat kompetensi, di antaranya:
Ketrampilan manajerial adalah ketrampil dalam
menjalankan fungsi-fungsi manajemen, yang meliputi antara lain:
1. Menyusun Perencanaan (Planning)
2. Mengorganisasikan Sumber Daya (Organizing)
3. Memimpin SDM (Leadership)
4. Mengkoordinasi Sumber Daya (Coordinating)
5. Mampu Mengendalikan Usaha (Controlling)
1. Menyusun Perencanaan (Planning)
2. Mengorganisasikan Sumber Daya (Organizing)
3. Memimpin SDM (Leadership)
4. Mengkoordinasi Sumber Daya (Coordinating)
5. Mampu Mengendalikan Usaha (Controlling)
Referensi :
http://tirman.wordpress.com/strategi-kewirausahaan/http://reosipasulta.blogspot.com/2011/09/manajemen-kewirausahaan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar