Kamis, 14 Mei 2015

analisis rasio solvabilitas, likuiditas, provabilitas

.      Rasio Solvabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain, Rasio Total Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE (Time Interest Earned).
§  Total Dept to Equity Ratio = (Total Hutang / Ekuitas Pemegang Saham) x 100%
Total Dept to Equity Ratio    = (Rp2.139.299 / Rp2.300.500) x 100%
                                                   = 0,92 x 100% = 81%
Analisis : Merupakan perbandingan antara hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menunjukan kemampuan modal sendiri, perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya. Perusahaan dibiayai 92% untuk tahun 2004.

§  To Debt to Asset Ratio = (Total Hutang / Total Aktiva) x 100%
To Debt to Asset Ratio  = (Rp 2.139.299/ Rp 3.012.500) x 100%
                                        = 0,71 x 100% = 71%
Analisis : Pendanaan perusahaan dibiayai dengan hutang untuk tahun 2004  artinya bahwa setiap Rp 100 pendanaan perusahaan Rp 71 dibiayai dengan hutang dan Rp 29 disediakan oleh pemegang saham.
  2.    Rasio Likuiditas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancenya. Rasio ini antara lain, Rasio Kas (Cash Ratio), Rasio Cepat (Quick Ratio), Rasio Lancar (Current Ratio).
§  Current Ratio = Total Aktiva Lancar / Total Hutang Lancar
Current Ratio   = Rp 6.464.000,00 / Rp Rp. 5.488.400,00 = Rp  1,17
Analisis : Setiap Rp 1 hutang lancar dijamin oleh 1,17 harta lancar atau perbandingannya antara aktiva lancer dengan hutang lancar adalah 1,17 : 1

§  Quick Ratio = (Total Aktiva Lancar – Persediaan) / Total Hutang Lancar
Quick Ratio  = (Rp 6.464.000,00 1.056.500,00Rp) / Rp1.570.700                     
=  5.407500 / 1.570.700= Rp 3.44
Analisis : Rata-rata industri tingkat liquidnya atau quick ratio adalah 0,5 kali sedangkan pada PT. Nusantara 3.44.
Maka dengan begitu keadaannya sangat baik karena perusahaan dapat membayar hutang walaupun dikurangi persediaan.

3.      Rasio Provabilitas / Rentabilitas
Rasio yang digunakan untuk megukur kamampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain, GPM (Gross Profit Margin), OPM (Operatig Profit Margin), NPM (Net Profit Margin), ROA(Return to Toal Asset), dan REO (Return Of Equity).
§  Gross Profit Margin = (Laba Kotor / Penjualan Bersih) x 100%
Gross Profit Margin    = (Rp 556.412.908.045 / Rp 1.190.852.893.340) x 100%
                                     =  0,46 x 100% = 46%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari penjualan bersih adalah sebesar 46%

§  Net Profit Margin = (Laba Setelah Pajak / Total Aktiva) x 100%
Net Profit Margin   = (Rp 149.149.548.025 / Rp 1.204.944.681.223) x 100%
                                = 0,12 x 100% = 12%
Analisis : Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih adalah sebesar 12%

§  Operating Profit Margin = (Laba Usaha / Penjualan Bersih) x 100%
 Operating Profit Margin    =  (Rp 3.125.499/ Rp8.678.900) x 100%
                                     = 0,36 x 100% = 36%
Analisis : Operating Ratio mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan sehingga rasio ini rendah menunjukan keadaan yang baik karena setiap rupiah penjualan yang terserap dengan biaya juga rendah dan tersedia untuk laba yang besar.

§  Return Of Equity = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Modal Pemegang Saham) x 100%
Return Of Equity   = (Rp 2.342.500/ Rp 5.345.700) x 100%
                               = 0,43 x 100% = 22%
Analisis : pengambilan atas modal perusahaan sebesar  43%


analisis sumber dan penggunaan modal kerja

–   Mengidentifikasi dan menentukan besarnya sumber modal kerja:
Sumber  Modal Kerja :
1. Hasil operasi:  Laba ………Rp.    521.900,00
Depresiasi    Rp.     83.500,00
2. Penjualan saham                  Rp.   600.000,00
Jumlah             Rp.1.205.400,00
–   Mengidentifikasi dan menentukan besarnya penggunaan modal kerja:
Penggunaan  Modal Kerja :
Pembelian Gedung ……………Rp. 400.000,00
Pembelian Alat-alat Kantor       Rp.  150.000,00
Pembayaran Hutang Obligasi   
 Rp.  150.000,00
Jumlah              Rp.  700.000,00
A. Sumber  Modal Kerja :
1. Hasil operasi:  Laba ……..Rp. 521.900,00
Depresiasi  Rp.   83.500,00
Rp.605.400,00
2. Penjualan saham                                         Rp.600.000,00
Jumlah  Sumber …………………………         Rp.1.205.400,00
B. Penggunaan  Modal Kerja :
1. Pembelian Gedung …………………..…Rp. 400.000,00
2. Pembelian Alat-alat Kantor  ………..     Rp.  150.000,00
3. Pembayaran Hutang Obligasi ………..   Rp.  150.000,00
Jumlah Penggunan ……………………………. Rp.  700.000,00
C. Kenaikan Modal Kerja  …………………………………….. Rp.  505.400,00
Jadi kenaikan modal kerja bertambah sebesar Rp. 505.400


Analisis Sumber dan Penggunan Kas

Pengertian Analisis Sumber dan Penggunaan Kas
Analisis sumber dan penggunaan kas adalah analisis laporan keuangan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang perubahan uang kas perusahaan serta sebab-sebab perubahan tersebut yang dikenal dengan sumber  dan penggunaan kas pada suatu periode.
Informasi ini penting untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menge-lola uang kas untuk membiayai operasi perusahaan. Uang kas adalah aktiva yang paling likuid. Sediaan uang kas yang terlalu over sangat tidak efisien  dan sediaan uang kas yang terlalu  under sangat mengganggu kelancaran operasi perusahaan.
Untuk itu, yang menjadi sumber dan penggunaan kas adalah akun-akun selain (di luar) akun kas.
Sumber Penerimaan Kas:
– Hasil penjualan investasi jk panjang dan aktiva tetap dengan tunai.
– Penjualan (emisi) saham perusahaan dengan tunai.
– Penerimaan pinjaman, baik jk pendek (wesel) maupun jk panjang (obl & hipotek).
– Penjualan tunai surat-surat berharga  (efek-efek).
– Penerimaan piutang, baik piutang dagang maupun piutang wesel.


Penyelesaian:
–  Menentukan besarnya perubahan uang kas:
Ada kenaikan uang kas sebesar ………………………………… Rp. 374.200,00
–  Mengidentifikasi dan menentukan besarnya sumber kas:
Sumber kas berasal dari:
1. Hasil  operasi tahun  2004:
Laba bersih …………………………………………………Rp.  521.900,00
Ditambah dengan:
Penurunan Piutang wesel ………………Rp.250.000,00
Penurunan Persekot biaya………………Rp.    9.000,00
Kenaikan Hutang gaji …………………..Rp.131.500,00
Depresiasi Aktiva tetap ……………….. Rp.  83.500,00
Rp.  474.000,00
Rp.  995.900,00
Dikurangi dengan:
Kenaikan Piutang dagang ………………Rp.288.600,00
Kenaikan Persediaan ……………………Rp.105.300,00
Penurunan Hutang dagang ………………Rp.102.800,00
Penurunan Hutang wesel ………………..Rp.  25.000,00
Rp.  521.700,00
Rp.  474.200,00
2. Penjualan Modal saham  ……………………………………Rp.  600.000,00
Jumlah sumber penerimaan kas …………………………..Rp.1.074.200,00
–  Mengidentifikasi dan menentukan besarnya penggunaan kas:
Penggunaan  kas untuk:
1. Pembelian Gedung …………………………………………Rp. 400.000,00
2. Pembelian Alat kantor……….……………………………. Rp. 150.000,00
3. Pembayaran Hutang obligasi…………….…………………Rp. 150.000,00
Jumlah penggunaan kas ……………………………………….Rp. 700.000,00                          





LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS
Periode yang berakhir  31 Desember 2004
Sumber kas berasal dari:
1. Hasil  operasi tahun  2004:
Laba bersih …………………………………………………Rp.  521.900,00
Ditambah dengan:
Penurunan Piutang wesel ………………Rp.250.000,00
Penurunan Persekot biaya………………Rp.    9.000,00
Kenaikan Hutang gaji …………………..Rp.131.500,00
Depresiasi Aktiva tetap ……………….. Rp.  83.500,00
Rp.  474.000,00
Rp.  995.900,00
Dikurangi dengan:
Kenaikan Piutang dagang ………………Rp.288.600,00
Kenaikan Persediaan ……………………Rp.105.300,00
Penurunan Hutang dagang ………………Rp.102.800,00
Penurunan Hutang wesel ………………..Rp.  25.000,00
(Rp.  521.700,00)
Rp.  474.200,00
2. Penjualan Modal saham  ……………………………………Rp.  600.000,00
Jumlah sumber penerimaan kas ……………………………Rp.1.074.200,00
Penggunaan  kas untuk:
1. Pembelian Gedung ………………….… Rp.  400.000,00
2. Pembelian Alat kantor……….………… Rp.  150.000,00
3. Pembayaran Hutang obligasi……………Rp.  150.000,00
Jumlah penggunaan kas …………………………………..(Rp.   700.000,00)                          
                               K  e  n  a  i  k  a  n     k  a s ……………..  Rp.   374.200,00
Dengan begitu kenaikan kas sebesar Rp. 374.200